Selamat Datang di Website resmi Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur

Pengembangan LABSITE Pemberdayaan Masyarakat

 

 

Latar Belakang

Pembangunan Nasional secara normatif bertujuan untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Hal ini mengandung pengertian bahwa pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat secara adil & merata tanpa terkecuali bagi rakyat yang tinggal di Desa/Kelurahan, yang kurang lebih berjumlah 70% dari seluruh rakyat Indonesia. Melalui pembangunan di berbagai bidang diharapkan mampu mengurangi jumlah penduduk miskin terutama yang ada di Desa/Kelurahan baik dari segi absolut maupun relatif.

Dewasa ini kerangka pembangunan Desa/Kelurahan mulai dikelola melalui program secara terpadu dan bervisi pemberdayaan. Orientasi utama dari pola pembangunan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menjawab tantangan dan permasalahan yang dijumpai dengan mendayagunakan sumber-sumber lokal sesuai dengan karakteristik potensinya. Pola ini sejalan dengan prioritas kebijakan pembangunan perDesa/Kelurahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diarahkan pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat perDesa/Kelurahanan secara berkelanjutan dengan berbasis pada sumber daya lokal dengan fokus kepada kegiatan Tridaya, yakni : (i) Pemberdayaan Manusia dengan orientasi dasar pada perbaikan kualitas hidup SDM, pemenuhan kebutuhan dasar dan pengurangan beban masyarakat miskin, (ii) Pemberdayaan Usaha dengan orientasi utama pada pengembangan usaha ekonomi lokal dan perluasan lapangan kerja, serta (iii) Pemberdayaan  Lingkungan dengan orientasi utama pada pengembangan infrastruktur sosial-ekonomi maupun perlindungan dan konservasi SDA berbasis pada pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.

Hal inilah yang melahirkan berbagai program pembangunan yang diarahkan pada sasaran Desa/Kelurahan, sebut saja berbagai program yang dikembangkan oleh Bapemas Provinsi antara lain: Program Gerdu Taskin, Pengembangan labsite Pemberdayaan Masyarakat, PPEK, P3EL, SMPP, Penguatan Kelembagaan Desa/Kelurahan dan KPM, UED-SP, Pengembangan Pasar Desa/Kelurahan, BUMDes, Pengembangan Sumber Mata Air Desa/Kelurahan, Desa/Kelurahan Model Binaan, Pengembangan Profil Desa/Kelurahan dan sebagainya.

Sekalipun berbagai program pemberdayaan di atas telah menunjukkan hasil yang cukup siginifikan. Namun apabila dicermati masih menyisakan berbagai ruang yang perlu ditindaklanjuti dalam rangka mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat ke depan. Beberapa yang harus ditindaklanjuti antara lain adalah keseriusan untuk mengkaji dan menganalisis apakah program-program yang telah dikembangkan selama ini  telah layak digunakan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang handal. Disamping itu apakah proses pembelajaran terhadap program yang telah diterapkan itu telah optimal oleh berbagai pihak. Hal ini penting dicermati guna memastikan pengelolaan program benar-benar ditopang oleh analisis, kajian dan perencanaan yang lahir dari pengelaman lapang sekaligus dikembangkannya pembelajaran (the best practices) melalui dokumentasi dan publikasi pola/model pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah diimplementasikan dalam berbagai program.

Dalam rangka melengkapi aspek kajian, pemodelan dan pembelajaran dari berbagai program pemberdayaan yang selama ini ditangani, maka perlu dikembangkan Lab. Site Pemberdayaan Masyarakat yang dikelola oleh Bapemas Provinsi Jawa Timur. Program Pengembangan labsite pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan dan penanganan pengangguran yang ditekankan pada produk unggulan berbasis potensi aktual Desa/Kelurahan. Pengembangan labsite menekankan pada upaya pendayagunaan sumber daya ekonomi yang berfokus pada keterkaitan dan ketergantungan antara pelaku dalam jaringan kerja produksi sampai dengan jasa pelayanan dan upaya-upaya inovasi pengembangannya dalam bentuk: upaya penggalian, sumber daya potensial, pengembangan industri, perdagangan, jasa serta lainnya yang mampu menciptakan sebuah produk unggulan yang diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hampir miskin bahkan menjadi Desa/Kelurahan percontohan bagi pengembangan usaha lain yang sejenis.

Secara konseptual Labsite merupakan lokasi Desa/Kelurahan yang digunakan sebagai aktifitas pengkajian, analisis dan pemodelan serta pusat pembelajaran (learning site) kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Sebagai Pusat Pengkajian pengembangan labsite pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan berbagai hasil kajian berupa data dan informasi penting yang berkaitan dengan pengelolaan program mulai dari identifikasi, pemetaan potensi, perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban sampai dengan pelestarian program. Dari Analisis dan Pemodelan dapat menghasilkan berbagai prototipe, model, pola pemberdayaan yang dihasilkan dari pengalaman terbaik implementasi program (the best practice).

Sebagai langkah awal telah dilakukan pemilihan lokasi  Lab. Site yang dipilih dari Desa/Kelurahan lokasi program pemberdayaan masyarakat yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat.

 

Tujuan

Tujuan Umum :

Secara umum Program Pengembangan labsite pemberdayaan masyarakat tahun 2011 bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi perDesa/Kelurahanan/perkotaan melalui pengembangan produk unggulan untuk mewujudkan keberdayaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat serta mewujudkan Desa/Kelurahan percontohan yang menjadi pusat kajian sekaligus rujukan model pemberdayaan masyarakat oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan stakeholders di Provinsi Jawa Timur

 

Tujuan Khusus :

  1. Mewujudkan model Pemberdayaan Masyarakat sebagai pusat kajian sekaligus rujukan model pemberdayaan masyarakat di Desa/Kelurahan dan Kelurahan guna mengembangkan potensi sesuai dengan masalah, kebutuhan dan karakteristik Daerah.
  2. Terwujudnya pola kelembagaan pengelola pengembangan labsite pemberdayaan masyarakat yang teratur, sistematis dan fungsional, terutama bagi pelaksana baik di tingkat kabupaten/kota, kecamatan maupun Desa/Kelurahan.
  3. Mengembangkan pola pengelolaan usaha ekonomi produktif yang memberikan proses pembelajaran  SDM di Desa/Kelurahan dalam sebuah wadah pengembangan labsite pemberdayaan masyarakat.
  4. Memperoleh inovasi terhadap program pemberdayaan masyarakat yang diprioritaskan pada peningkatan sumberdaya manusia, pengembangan usaha, dan penataan lingkungan yang sesuai dengan  potensi dan arah pengembangannya.

 

Hasil yang Diharapkan

Harapan kedepan Pola Pengembangan labsite  Pemberdayaan Masyarakat dapat dikembangkan Pada :

  1. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan usaha kepariwisataan.
  2. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan pertanian terpadu.
  3. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan pengelolaan sumberdaya kelautan/perikanan.
  4. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan dan pengelolaan hutan.
  5. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karaktaristik sesuai dengan pengembangan industri kecil.
  6. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan Kawasan Perkebunan rakyat;.
  7. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan dan pengelolaan Kawasan Kepulauan.
  8. Desa/Kelurahan yang mempunyai potensi dan karakteristik sesuai dengan pengembangan dan pengelolaan Kawasan Khusus Perbatasan.

 

DASAR HUKUM PELAYANAN

  1. Undang - undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);
  2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
  3. Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ;
  4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007;
  5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2010;
  6. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menenga Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur          Tahun 2009 -2014;
  7. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Belanja Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Bagi Hasil, Bantuan Keuangan, Belanja Tidak Terduga,  dan Pengeluaran Pembiayaan Provinsi  Jawa Timur;
  8. Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor : 188/691/KPTS/013/2010 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah Provinsi Jawa Timur;
  9. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur tanggal 3 Januari 2011 Nomor: 914/62/013/2011;

 

GALLERY PHOTO Pengembangan LABSITE Pemberdayaan Masyarakat

LABSITE_01edit
LABSITE_01edit LABSITE_01edit
LABSITE_02edit
LABSITE_02edit LABSITE_02edit
LABSITE_03edit
LABSITE_03edit LABSITE_03edit
LABSITE_04edit
LABSITE_04edit LABSITE_04edit
LABSITE_05edit
LABSITE_05edit LABSITE_05edit
LABSITE_06edit
LABSITE_06edit LABSITE_06edit
LABSITE_07edit
LABSITE_07edit LABSITE_07edit
LABSITE_08edit
LABSITE_08edit LABSITE_08edit
LABSITE_09edit
LABSITE_09edit LABSITE_09edit
LABSITE_10edit
LABSITE_10edit LABSITE_10edit
LABSITE_11edit
LABSITE_11edit LABSITE_11edit

 

DOWNLOAD DOKUMEN TERKAIT 

TAHUN 2011

 

Login



Arsip

Pengunjung Online

Pengguna online 58 tamu
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3496
mod_vvisit_counterKemarin6365
mod_vvisit_counterMinggu ini21385
mod_vvisit_counterMinggu lalu17052
mod_vvisit_counterBulan ini81742
mod_vvisit_counterBulan lalu130627
mod_vvisit_counterTotal1554617
Copyright © 2009 - 2014 Bapemas Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.