Selamat Datang di Website resmi Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur

Bidang Pengembangan Perekonomian Masyarakat

Pengembangan Usaha Ekonomi Desa

Usaha Ekonomi Desa - Simpan Pinjam (UED-SP) merupakan program yang prakarsai oleh Departemen Dalam Negeri (Dirjen PMD) dimaksudkan untuk membentuk lembaga keuangan mikro dipedesaan (perkreditan) dalam mengatasi permasalahan permodalan bagi masyarakat miskin atau usaha kecil dipedesaan dengan maksud untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi dana yang tersedia.

Tujuan :

Tujuan program UED-SP mendorong kegiatan perekonomian perdesaan; meningkatkan kreativitas berwirausaha; mendorong tumbuhnya usaha sektor informal; untuk penyerapan tenaga kerja; menghindarkan masyarakat dari pengaruh rentenir; memfasilitasi masyarakat untuk gemar menabung.

Sasaran :

Sasaran utama program adalah mendorong pengembangan kehidupan perekonomian masyarakat khususnya perempuan diperdesaan melalui penumbuh-kembangan wirausaha masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya lokal.

UED-SP di Jawa Timur

Menurut catatan, data desa yang pernah mendapat program UED-SP program Inpres desa tahun 1997 sebanyak 6.184 desa, sedang melalui APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2003 s/d 2010 sebanyak 60 desa dengan alokasi anggaran tahun 2010 sebesar Rp. 22.500.000,-/UED-SP

Profil UED-SP Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dalam penanggulangan kemiskinan.

Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Sumber Rejeki, Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, merupakan salah satu profil keberhasilan Program Bapemas Provinsi Jawa Timur dalam penyediaan permodalan bagi masyarakat pedesaan khususnya masyarakat miskin dengan skim bunga tabungan lebih tinggi, bunga kredit lebih rendah dari bank komersial.

Salah satu cara memerangi kemiskinan adalah mendekatkan akses sumber pembiayaan meringankan serta meningkatkan nilai investasi bagi masyarakat terutama masyarakat miskin. Dunia perbankan jelas tidak bisa menyediakan karena masyarakat (nasabah) harus menyediakan agunan serta berbagai persayaratan yang cukup memberatkan bagi rumah tangga miskin.

Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Sumber Rejeki Desa Kedungturi, Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo bisa menjadi salah satu contoh pendekatan akses pembiayaan kepada masyarakat miskin sekaligus meningkatkan investasi masyarakat berupa tabungan. UED SP Sumber Rejeki mulai terbentuk pada tahun 1997 (14 tahun sejak dibentuk ) dengan dana awal sebesar Rp.1,3 juta dari Pemerintah Pusat dalam program Inpres Desa waktu itu dan bantuan Bapemas Provinsi Jawa Timur sebesar Rp. 3.000.000 pada tahun 2000, UED-SP Sumber Rejeki saat ini sudah mampu mengumpulkan modal Rp 350 juta dengan perputaran keuangan pertahun untuk tabungan sebesar Rp. 5,5 miliar dan penyaluran kredit mencapai Rp. 2,29 miliar.

Lembaga keuangan masyarakat yang dipimpin oleh Drs.H.Abdul Manan, saat ini memiliki 3.321 nasabah dengan 40% diantaranya merupakan nasabah simpan sekaligus peminjam. Dengan pola operasi seperti halnya sebuah bank, UED-SP Sumber Rejeki mengandalkan perputaran keuangan antara tabungan dan pemberian kredit.

“Operasionalnya cukup sederhana, hanya perlu menyeimbangkan tabungan dengan kredit yang diberikan pada masyarakat. Dengan mengatur pula bunga tabungan dan bunga kredit, UED-SP bisa pula mendapatkan SHU yang digunakan untuk operasional lembaga serta membantu kegiatan desa,” ungkap bendahara UED-SP Sumber rejeki, Rudik Mulyono, SSi. Lebih detilnya Rudik menerangkan UED-SP Sumber Rejeki saat ini memberikan bunga tabungan sebesar 4% per bulan atau lebih tinggi 1-2 % dibandingkan bunga tabungan di bank komersial. Sementara untuk bunga kredit, UED-SP Sumber Rejeki hanya mengenakan sebesar 1% sampai 1,75% secara progresiv tergantung jenis pinjaman apakah pinjaman dengan jangka waktu pendek(mingguan ) atau jangka waktu panjang(bulanan). “Bunga kredit kita memang lebih rendah dari bunga kredit bank yang rata-rata 2-3% per bulan. Bunga kredit kita kenakan secara progresiv, artinya untuk pinjaman pertama bunganya lebih besar dari pada pinjaman ke dua dan seterusnya,” kata Rudik menerangkan. Bagaimana jika terjadi kredit macet? Menurut Rudik angka kredit macet di UED-SP Sumber Rejeki tidak terlalu besar atau hanya sekitar kurang dari 1 % per tahun, seperti pada tahun 2010 dari total kredit Rp. 2.193.850.000 hanya sekitar Rp. 75.000.000 yang belum terselesaikan.

“Bahasanya memang belum terselesaikan , sebab masyarakat yang menjadi nasabah tidak akan tidak membayar tagihan kreditnya, mereka hanya meminta tambahan waktu karena kesulitan keuangan. Ya kita beri tambahan waktu,” ujar Rudik. Menurut Rudik, masyarakat kecil yang menjadi nasabahnya lebih punya rasa malu karena tidak melunasi kreditnya dari pada lari meninggalkan tanggungjawab. Bahkan jika ada nasabah yang membandelpun, kata Rudik, sangsi moral yang akan didahulukan sebelum proses hukum. “Ada kesepakatan sebelum mengambil kredit bahwa jika tiga bulan tidak membayar tagihan kredit tanpa alasan yang jelas namanya bakal masuk daftar nasabah yang bandel dan dipasang di balai desa,” ceritanya Rudik yang juga berprofesi sebagai guru ini. Keberadaan UED-SP Sumber Rejeki memang cukup efektif untuk memerangi kemiskinan di desa Kedungturi terutama untuk mengalihkan sumber pembiayaan penduduk dari rentenir serta lembaga keuangan berkedok koperasi simpan-pinjam yang lama beroperasi di daerah Sidoarjo. “Meski kerja awalnya cukup tersendat karena harus meyakinkan masyarakat, namun dari tiga tahun saya menjadi kepala desa UED-SP Sumber Rejeki sangat membantu untuk memerangi para rentenis yang selama ini justru membebani masyarkat saya,” ujar kepala Desa Kedungturi , H.Mukarni. Saat ini, lanjut Mukarni sudah tidak ada rentenir ataupun lembaga keuangan yang berkedok koperasi simpan pinjam yang beroperasi di desa yang sebagian wilayahnya menjadi lokasi industry baja terbesar di Indonesia PT Ispatindo ini.

“Lha semua warga saya lebih memilih simpan uang atau pinjam di UED-SP, selain ringan juga tidak ribet,” tandasnya. Sebagai upaya membantu masyarakat desa UED-SP Sumber Rejeki telah membantu berbagai kegiatan sosial di Desa Kedungturi dengan memberikan keuntungannya sebesar 10% untuk kegiatan sosial seperti membangun masjid dan kegiatan pemuda serta memberikan sumbangan kepada pemerintah desa sebesar 5% dari keuntungannya per tahun. disamping itu untuk menarik nasabah tiap bulan diberikan hadiah untuk 10 nasabah yang beruntung dan tiap tutup buku diadakan door-prase yang nilainya mencapai lebih dari Rp. 45 juta pada tahun 2010.

Foto Kegiatan Orientasi Kegiatan Pengembangan Usaha Ekonomi Desa

orientasi pued ...
orientasi pued 2011_3_xx orientasi pued 2011_3_xx
orientasi pued ...
orientasi pued 2011_4xx orientasi pued 2011_4xx
orientasi pued ...
orientasi pued 2011_5 xx orientasi pued 2011_5 xx
orientasi pued ...
orientasi pued 2011_6 xx orientasi pued 2011_6 xx
orientasi pued ...
orientasi pued 2011_7 xx orientasi pued 2011_7 xx

DOWNLOAD DOKUMEN TERKAIT

TAHUN 2011

TAHUN 2010



 

Login



Arsip

Pengunjung Online

Pengguna online 11 tamu
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini354
mod_vvisit_counterKemarin1304
mod_vvisit_counterMinggu ini1658
mod_vvisit_counterMinggu lalu9235
mod_vvisit_counterBulan ini29694
mod_vvisit_counterBulan lalu109362
mod_vvisit_counterTotal1611931
Copyright © 2009 - 2014 Bapemas Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.