Selamat Datang di Website resmi Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur
Profil BKAD

BKAD Berkah Tani, Kabupaten Ngawi



Setelah berdiri tahun 2009
BKAD Berkah Tani,  Desa Kelampisan, Kec. Geneng
Kabupaten Ngawi ,langsung tancap gas
BKAD menyalurkan dana untuk
masyarakat dalam pengadaan benih padi, kerupuk dan pelayanan simpan pinjam

Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Berkah Tani, Desa Kelampisan,Kecamatan Geneng, Kab.Ngawi berdiri 26 Juni 2009. BKAD ini mendapatkan modal awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 485.000.000. Dana tersebut disalurkan kepada tiga Unit Pengelolaan Keuangan dan Usaha (UPKu) Desa Kelampisan, UPKu Desa Kasreman dan UPKu Sidorejo. Masing-masing UPKu mendapatkan modal sebesar Rp 140.000.000.

Kini dana tersebut dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan sistem simpan pinjam dan pengadaan bibit padi vareitas Ciherang. SHU tahun 2011 masing-masing UPKu mencatatkan hasil maksimal, yaitu UPKu Artha Jaya Rp 4.865.000, UPKu Amanah Rp 4.694.000 dan UPKu Mekar Arum mencapai Rp 2.002.000. Selain itu BKAD Berkah Tani juga mengadakan pemberdayaan masyarakat melalui unit Sumber Daya Ekonomi, Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Alasannya tiga desa, yakni Desa Kelampisan Desa Kasreman dan Desa Sidorejo memiliki potensi pertanian yang sangat luas, sementara pendidikan masyarakat masih rendah, sehingga diperlukan pemberdayaan dan pelatihan tentang pertanian dan pengentasan kemiskinan.

Ketua BKAD Berkah Tani, H. Tri Setyo Budi Hartoyo Spd, menjelaskan, keberadaan BKAD di Desa Kelampisan selama ini telah banyak membantu masyarakat, terutama soal permodalan pertanian semisa bibit padi, penggilingan dan distribusi padi. Mayoritas Kelampisan dan lainnya adalah kawasan pertanian dengan luas lahan hampir 50 hektar “Kami memproduksi benih pada varietas Ciherang dengan kemasan 5  kg dan memberikan pinjaman modal dengan sistem simpan pinjam. Benih ini disalurkan kepada masyarakat dengan syarat setelah panen masyarakat mau menjual gabahnya kepada BKAD,” kata Tri. Diakui Tri, benih padi varietas Ciherang mampu menghasilkan padi yang besar dan berkualitas. Masyarakat mulai merasakan manfaat benih padi varietas tersebut. BKAD juga membeli gabah hasil panen para petani yang dibeli langsung oleh BKAD. Gabah kemudian diproduksi dan digiling di gudang milik BKAD dan selanjutnya didistribusikan ke luar kota seperti Jombang, Mojokerto, Surabaya dan Jogya. Beras hasil gilingan dikemas dalam plastik 5 kg dan karung 25 kg, kemudian dijual di pasar lokal dan luar kota. Selama ini BKAD sudah punya rekanan dan distribusi beras asal Desa Klampisan dan Desa Kasreman. “BKAD membeli gabah dari petani tujuannya agar bisa membantu masyarakat dan menghindarkan masyarakat dari tengkulak yang merugikan petani,” paparnya. Produksi Beras  Pulen Dijelaskan Tri, BKAD Berkah Tani mempunyai gudang penggilingan dan draiser untuk mengeringkan gabah. Selanjutnya gabah diproduksi menjadi padi pulen dan dijual ke daerah. Padi hasil produksi BKAD cukup diminati masyarakat lantaran berasnya berkualitas bagus dan harganya terjangkau. Selain padi, BKAD juga memproduksi kerupuk yang berbasis rumah tangga. Kerupuk tersebut dipasarkan melalui beberapa agen di pasar lokal maupun luar kota. “Ada beberapa ibu rumah tangga yang menjadi binaan BKAD yang khusus produksi kerupuk. Mereka diberi pinjaman modal dengan sistem cicil dengan tujuan modal tersebut bisa meningkatkan produksi kerupuk,” terangya. Menurut Tri, dari hasil usaha benih pertanian dan kemitraan BKAD bisa mendapat keuntungan dan tambahan modal usaha. Pada tahun 2010 keuntungan BKAD dari benih mencapai Rp 11.987.250 dan kemitraan mencapai Rp 46.443.700 Sedangkan SHU tahun 2010 mencapai 2.588.000. Sedangkan tahun 2011 keuntungan dari benih pertanian  Rp 27.915.650 dan kemitraan Rp 48.286.000 dan SHU tahun 2011 mencapai Rp 15.391.270.  Keuntungan tersebut merupakan hasil pengembangan dana dan modal usaha yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ngawi. “Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan modal sharing sebesar Rp 149.357.000 juta sebagai bentuk pembinaan dan tambahan modal. Kami berharap modal tersebut terus berkembang dan Pemerintah Provinsi memberikan pembinaan dan pengawasan,” ucapnya. UPKu Kembangkan SP Sementara itu Adi Sukamto, Ketua UPKu Mekar Arum Desa kasreman mejelaskan, UPKu menerima dana awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak Rp 32.400.000 dan dana sharing dari Pemerintah Kabupaten Ngawi sebanyak Rp 11.942.000. Dana tersebut diperuntukkan ke masyarakat dalam bentuk simpan pinjam. Anggota UPKu Mekar Arum saat ini 84 orang dengan pinjaman minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 juta. Anggota UPKu adalah petani, pedagang, perajin batu merah dan tukang rosok. Mereka bermitra dengan UPKu karena membutuhkan modal usaha. Syaratnya mereka harus menyerahkan BPKB atau sertifikat rumah dengan tujuan agar mereka tidak kabur. “Bunga yang diterapkan 1,5 persen, agar mereka beralih ke UPKu dari pada pinjam ke bank titil,” kata Adi Sukamto. Kini modal UPKu Mekar Arum sudah bertambah dan berkembang, dari hasil keuntungan benih padi tahun 2010 mencapai Rp .100.000 dan SHU Rp 5.989.716 dan benih padi tahun 2011 mencapai Rp 4.288.000 dan Rp SHU 2.003.000. Sementara Fatoni, Ketua UPKu Amanah Desa Sidorejo,  menjelaskan, UPKu Amanah selama ini menjalankan usahanya dengan sistem simpan pinjam kepada masyarakat.

Dana awal UPKu Amanah sebesar Rp 44.350.000 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dana sharing dari Pemkab Ngawi sebanyak Rp 11 .000.000, sementara keuntungan hasil benih padi tahun 2010 sebanyak Rp 16.337.000 dan SHU Rp 8.129.000, dan benih padi tahun 2011 sebanyak Rp 9.378.000 dan SHU Rp 4.694.000. Dana tersebut disalurkan kepada masyarakat dan 300 anggota UPKu yang tersebar di Desa Sidorejo dengan syarat mereka memberikan jaminan BPKB dan sertifi  kat tanah untuk kelangsungan simpan pinjam. Dan UPKu Artha Jaya dana awal sebanyak Rp 44.348.000 tahun 2010 dan tahun 2011 mendapatkan dana Rp 46.722.400. Dana tersebut disalurkan kepada masyarakat dan 60 anggota UPKu  Artha Jaya. Dana tersebut diputar kepada masyarakat dengan sistem simpan pinjam dan perdagangan. Keuntungan dari usaha tersebut tahun 2010 Rp 12.814.000 dan SHU Rp 6.784.000 dan keuntungan benih tahun 2011 Rp 10.295.000 dan SHU Rp 4.865.000. (ham)

 
Copyright © 2009 - 2014 Bapemas Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.